![]() |
| Gapura Makam Sewu |
Makam sewu merupakan sebuah makam dimana terdapat tokoh penyebar agama islam dijogja yang dimakamkan disana yang bernama Panembahan Bodho yang membuat makam ini ramai dimalam tertentu, banyak peziarah dan warga sekitar menlakukan tradisi nyekar, yaitu mengirim doa bagi saudara mereka yang dimakamkan dimakam sewu. Makam sewu terletak di desa pedak wijirejo pandak bantul, sekitar 10 km dari pusat kota bantul ke arah barat. Makam sewu sendiri sebenarnya adalah sebuah makam yang terletak dibawah kaki bukit yang membuat namanya menjadi makam sewu karena banyanknya pengikut Panembahan Bodo yang mencapai ribuan orang sehingga menyebutnya makam sewu dalam bahasa jawa makam sewu berati makam yang banyaknya mencapai seribu. konon kata juru kunci bapak wahono yang bernama panembahan bodho itu sebenarnya adalah tokoh keturunan majapahit, beliau merupakan cicit Prabu Brawijaya V yang bernama asli Raden Trenggono. Asal mula sebutan Ki Panembahan Bodho, pada awal perjuangan syiar agama, pada waktu itu di pulau jawa baru mengalami ancaman penjajahan oleh portugis, sehingga beredar kabar akan ada penyerangan lewat pantai selatan. Bagi raden Trenggono penyerangan diawali dengan suara gemuruh dari suara meriam, diaman sebenarnya suara itu adalah suara ombak laut di pantai selatan. Keadaan tersebut memaksa Raden Trenggono untuk bersiap-siap menghadapi serangan portugis sehingga kemudian membangun pos penjagaan di wilayah pantai selatan. Pada saat itu,Sunan Kalijaga datang di naggulan, sehingga mengetahui apa yang dikerjakan Raden Trenggono. Sunan Kalijaga memahami bahwa ternyata Raden Trenggono masih bodho dan kurang pengalaman. Oleh karena kebodohannya itu Raden Trenggono mempunyai sebutan Ki Bodho.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar